Disqus for langgart

Zakat Fitrah dan 8 Golongan Penerima zakat

ZAKAT merupakan salah satu ajaran Islam yang bersifat sosial yang langsung menyentuh masyarakat bawah. Orang kaya memberikan sebagian rezekinya untuk meringankan beban hidup orang miskin. Jika hal ini dilaksanakan dengan baik, akan tumbuh hubungan yang harmonis antara yang kaya dan yang miskin.

Manusia harus bergaul dan berkumpul dengan orang lain dan tidak bisa hidup sendirian. Jadi, sesungguhnya manusia saling membutuhkan antara yang satu dan yang lainnya. Orang kaya membutuhkan orang miskin dan orang miskin membutuhkan orang kaya.

Agama Islam menganjurkan kita saling menolong dalam hal kebajikan. Tetapi islam melarang kita untuk saling menolong dalam hal kejahatan.

Allah SWT berfirman:
وتََعاونواعلى البرّوالتقوى ولاتعاونواعلى الإثم والعدوان
{المائدة:}

Artinya:
”Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (Q.S. Al Ma’idah: 2)

Pengertian zakat fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap orang Islam, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun dewasa. Zakat fitrah dikeluarkan pada akhir bulan Ramadan sampai sebelum pelaksanaan Sholat Idul Fitri.

Zakat fitrah disebut juga zakat nafs, yaitu zakat untuk menyucikan jiwa seseorang dari amal perbuatan yang tercela. Dengan dikeluarkannya zakat fitrah, seseorang menjadi suci kembali seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya, belum mempunyai dosa sedikitpun.

Ketentuan zakat fitrah
1. Hukum mengeluarkan zakat fitrah dan orang yang berkewajiban membayar zakat fitrah.
Hukum mengeluarkan zakat fitrah adalah wajib. Zakat fitrah wajib dibayar oleh setiap Muslim, laki-laki dan perempuan, anak-anak dan dewasa, yang memiliki kelebihan makanan satu hari satu malam hari raya.

2. Waktu mengeluarkan zakat fitrah
1). Pada awal bulan suci Ramadan sampai hari penghabisan bulan Ramadan atau,
2). Setelah terbenamnya matahari pada malam lebaran (malam takbir),
3). Setelah sholat subuh, sebelum pergi sholat hari raya Idul fitri.

Keterangan:
Zakat fitrah menjadi makruh hukumnya bila dibayar setelah sholat Idul Fitri, dan menjadi haram hukumnya bila dibayarkan sesudah terbenamnya matahari pada hari raya Idul Fitri.

Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:
فرض رسول الله صلّى الله عليه وسلّم زكاةالفطرطهرة للصّائم من اللغووالرفت وطعمة للمساكين (رواه أبودوادوابن ماجه والدارقطنى)

Artinya:
”Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah untuk meyucikan orang yang berpuasa dari segala perkataan keji dan kotor, dan sebagai makanan bagi orang miskin.” (H.R. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Daruqutni)

Besarnya zakat fitrah
Zakat fitrah yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim adalah 3,1 liter atau 2,5 kg beras/gandum/makanan pokok yang biasa dimakan di suatu negeri atau daerah tertentu. Zakat fitrah dapat juga dibayar dengan menggunakan uang yang nilainya sama dengan makanan pokok yang biasa dimakan penduduk suatu negeri atau daerah itu. Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:
فرض رسول الله صلّى الله عليه وسلّم زكاةالفطر من رمضان على الناس صاعا من تمر او صاعامن شعير على كل حرّ اوعـبد ذكر او انـثى من المسلمين (رواه البخارى ومسلم)

Artinya:
”Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadan atas tiap-tiap Muslim merdeka, atau hamba, laki-laki Muslim atau perempuan, sebanyak satu sha’ (3,1 liter) dari kurma atau gandum.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Zakat fitrah wajib dikeluarkan apabila seseorang telah memiliki persediaan makanan yang cukup untuk makan dan minum di hari raya Idul fitri untuk dirinya, keluarganya dan orang-orang yang menjadi tanggungannya. Akan tetapi apabila seseorang tidak mempunyai persediaan makanan di hari raya itu, maka zakat fitrah tidak wajib dibayarkan, bahkan ia berhak menerima zakat fitrah.

Sangatlah tidak arif jika ada tetangga kita yang miskin akan tetapi kita tidak peduli pada mereka. Karena itu, jadilah orang kaya yang dermawan yang senantiasa membayar zakat dan menyantuni fakir miskin. Jika kita bisa bersikap dermawan serta mengeluarkan zakat fitrah, insya Allah kita akan diberikan rahmat oleh Allah SWT.

Hikmah pelaksanaan zakat fitrah
Zakat fitrah wajib dibayar oleh setiap Muslm yang hidup sampai akhir ramadan. Zakat fitrah itu lebih utama diberikan kepada fakir dan miskin, dan boleh diberikan kepada asnaf yang lainnya dengan pertimbangan yang masuk akal. Zakat fitrah ini bila dikelola dengan baik, akan dapat mengurangi kemiskinan di masyarakat.

Di antara hikmah dan pelaksanaan zakat fitrah adalah sebagai berikut:
1. Dapat meringankan beban fakir miskin dan orang-orang yang sangat membutuhkan.
2. Dapat membersihkan jiwa seseorang menjadi suci kembali seperti bayi yang baru dilahirkan.
3. Menyempurnakan amalan-amalan di bulan Ramadan.
4. Dapat mendidik untuk berjiwa pemurah, pengasih, dan penyayang kepada orang yang tak punya.
5. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan kepada kita.

Melaksanakan zakat fitrah
Secara garis besar ada dua macam zakat, yaitu zakat fitrah dan zakat harta (maal). Zakat fitrah adalah zakat pribadi yang dikeluarkan setiap hari raya Idul Fitri, berupa makanan pokok atau uang sebesar kadar yang diwajibkan. Zakat fitrah boleh dikeluarkan pada awal Ramadan, tetapi diutamakan di akhir Ramadan, sebelum Sholat Idul Fitri. Sedangkan zakat maal adalah kadar kekayaan yang wajib dikeluarkan untuk orang yang berhak menerimanya dengan ketentuan tertentu.

Sebagai Muslim, kita harus membiasakan diri untuk mengeluarkan zakat pada akhir bulan Ramadan. Sudahkah kamu mengeluarkan zakat fitrah?

Membiasakan mengeluarkan zakat fitrah
Zakat fitrah merupaka suatu kewajiban yang ahrus dilakukan oleh setiap Muslim yang masih hidup di bulan ramadan. Zakat fitrah ini ditunaikan agar Muslim yang mungkin telah melakukan kesalahan-kesalahan di tahun yang lalu dapat merenungkan kembali perilaku yang telah dilakukan, sehingga dia akan kembali ke jalan yang lurus yang diridloi Allah SWT. Dengan demikian, kita akan menjadi suci kembali seolah-olah seperti bayi yang baru dilahirkan. Rasulullah SAW bersabda:
عن ابي عبّاس قال: فرض رسول الله صلّى الله عليه وسلّم زكاةالفطرطهرة للصّائم من اللغووالرفت وطعمة للمساكين فمن ادّاها قبل الصلاة فهي زكاة مقبولة ومن ادّاها بعد  الصلاة فهي صدقة من الصدقات  (رواه أبودوادوابن ماجه)

Artinya:
Dari Ibnu Abbas, berkata: ”Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah, pembersihan bagi orang yang berpuasa dan memberi makan bagi orang miskin. Siapa saja yang menunaikannya sebelum Sholat hari raya, zakat itu diterima. Siapa saja yang membayar sesudah Sholat Id, zakat itu seperti sedekah biasa.” (H.R. Abu Daud dan Ibnu Majah)

Zakat fitrah harus dibiasakan untuk ditunaikan sejak masih kecil, bahkan sejak kita baru dilahirkan. Dengan begitu, kebiasaan ini akan melekat pada diri kita. Kita pun terdorong untuk membersihkan diri, membersihkan hati, dan membersihkan tingkah laku dan perbuatan.
Bila kita menjadi orang yang bersih, segala ucapan dan perbuatan yang kita lakukan merupakan ucapan dan perbuatan yang baik. Perbuatan baik akan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Inilah seharusnya sosok seorang Muslim.

Cara mengeluarkan zakat fitrah
Zakat fitrah wajib dikeluarkan sejak bulan Ramadan sampai menjelang Sholat Idul Fitri. Zakat fitrah ini bisa dibayarkan melalui panitia zakat (’amil zakat) yang ada di sekolah-sekolah, panitia yang ada di lingkungan tempat tinggal kita, atrau langsung diberikan kepada fakir miskin.

Tata caranya adalah sebagai berikut:
1. Pilih beras atau makanan pokok lainnya yang paling baik yang sesuai dengan yang kita makan.
2. Beras atau makanan pokok lainnya kita timbang sesuai ukuran yang telah ditentukan yaitu 3,1 liter atau 2,5 kg.
3. Zakat fitrah bisa dengan uang seharga beras atau makanan pokok yang kita makan.
4. Berniat mengeluarkan zakat fitrah sebagai berikut:

نويت ان أخرج زكاةالفطر عن نفس فرضاالله تعالى

Artinya:
”Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri sendiri wajib karena Allah Ta’ala.”

5. Beras atau uang itu kita bawa dan serahkan kepada panitia zakat atau langsung dberikan kepada fakir miskin.
6. Pilih waktu yang sesuai dengan kesanggupan kita masing-masing. Adapun waktu-waktu untuk mengeluarkan zakat fitrah itu adalah sebagai berikut:
1). Waktu yang diperbolehkan, yaitu di awal bulan Ramadan sampai penghabisan bulan Ramadan.
2). Waktu yang diwajibkan, yaitu ketika terbenam matahari di akhir bulan Ramadan.
3). Waktu yang lebih baik (sunah rasul), yakni dibayarkan sesudah sholat Subuh dan sebelum sholat Idul Fitri.
4). Bila diberikan sesudah hari raya, maka zakat fitrah itu seperti sedekah biasa, tidak sebagai zakat fitrah yang dapat menyucikan jiwa dan amal perbuatan manusia.
5). Panitia zakat fitrah menerimanya, dengan membaca do’a sebagai berikut:
اجرك الله فيما اعطيت وبرك الله فيما وجعلنالك طهورا

Artinya:
”Semoga Allah memberikan pahala kepadamu dengan apa yang telah engkau berikan dan mudah-mudahan Allah memberkahi apa yang masih ada padamu dan mudah-mudahan Allah menjadikan kesucian bagi kami dan kamu.”

Orang yang wajib mengeluarkan zakat fitrah
Orang yang wajib mengeluarkan zakat fitrah disebut muzaki. Syarat-syarat muzaki adalah sebagai berikut:
1. Beragama Islam. Orang yang tidak beragama islam tidak wajib mengeluarkan zakat fitrah.
2. Orang itu hidup sebelum matahari terbenam terakhir bulan Ramadan. Tidak diwajibkan membayar zakat fitrah bagi orang yang lahir sebelum terbenam matahari.
3. Orang yang mempunyai kelebihan harta untuk keperluan dirinya \dan keluarganya di hari raya Idul Fitri.

Orang yang berhak menerima zakat fitrah
Orang yang berhak menerima zakat disebut mustahiq zakat, adapun mustahiq zakat itu delapan golongan (asnaf). Dalam al-Qur’an disebutkan:
 $yJ¯RÎ) àM»s%y¢Á9$# Ïä!#ts)àÿù=Ï9 ÈûüÅ3»|¡yJø9$#ur tû,Î#ÏJ»yèø9$#ur $pköŽn=tæ Ïpxÿ©9xsßJø9$#ur
 öNåkæ5qè=è% Îûur É>$s%Ìh9$# tûüÏB̍»tóø9$#ur Îûur È@Î6y «!$# Èûøó$#ur È@Î6¡¡9$# (
ZpŸÒƒÌsù šÆÏiB «!$# 3 ª!$#ur íOŠÎ=tæ ÒOÅ6ym

Artinya:
”Sesungguhnya sedekah (zakat) itu hanya untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan budak, orang yang berhutang di jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah.” (Q.S. at-Taubah: 60)

Berdasarkan surat at-Taubah tersebut, orang yang berhak menerima zakat fitrah terdiri dari:
1. Fakir, yaitu orang yang tidak mempunyai harta dan usaha, atau orang yang mempunyai harta dan usaha yang kurang dari setengah kebutuhan pokoknya dan tidak ada orang yang berkewajiban memberikan nafkah kepadanya.
2. Miskin, yaitu orang yang mempunyai harta dan usaha tetapi hasil yang diperolehnya tidak mencukupi kebutuhan pokoknya.
3. ’Amil, yaitu mereka yang bekerja mengumpulkan dan menyalurkan zakat.
4. Mualaf yaitu orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah dan perlu pembinaan.
5. Hamba sahaya, yaitu hamba yang dijanjikan tuannya untuk dapat menebus dirinya maka dia diberi zakat agar dapat membebaskan dirinya.
6. Ghorim, orang yang berhutang karena menjamin hutang orang lain, sedangkan dirinya sendiri tidak dapat membayar hutangnya.
7. Sabilillah, yaitu orang yang berjuang di jalan Allah dakam menegakkan agama Islam.
8. Ibnu Sabil, yaitu orang yang melakukan perjalanan jauh (musafir) yang kehabisan bekal dalam perjalanannya seperti pelajar atau mahasiswa yang kehabisan bekal.


Dok: Jentera Semesta
Sumber: Mata Pelajaran Fiqih, Abdul Mutholib, et.al., Bina Fiqih (Jakarta: Penerbit Erlangga, 2009)

Post a Comment

0 Comments